![]() |
| Foto : Polsek Telukjambe Timur dibantu Dalmas Polres Karawang amankan enam remaja yang diduga akan lakukan tawuran. (Ist) |
Thekarawangpost.com - Karawang | Upaya tawuran dengan modus “perang sarung” berhasil digagalkan jajaran Polsek Telukjambe Timur yang dibantu Tim Dalmas Polres Karawang, Sabtu (21/2/2026) dini hari. Enam remaja yang masih berstatus pelajar diamankan saat hendak melakukan aksi yang berpotensi membahayakan warga di Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.
Penyergapan dilakukan sekitar pukul 02.30 WIB ketika petugas tengah melaksanakan patroli rutin guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada jam rawan. Sekelompok remaja terlihat berkumpul dengan gelagat mencurigakan.
Kapolres Karawang, Fiki N Ardiansyah, melalui Ipda Cep Wildan menjelaskan, saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan sarung yang telah dimodifikasi dan diduga kuat akan digunakan sebagai alat untuk tawuran.
“Guna mencegah pecahnya bentrokan yang dapat membahayakan warga sekitar, petugas langsung bertindak tegas dengan menggiring mereka ke Mapolsek Telukjambe Timur,” ujar Cep Wildan.
Dari lokasi, polisi mengamankan empat sepeda motor dan enam potong kain sarung yang diduga telah dipersiapkan untuk aksi perang sarung.
Keenam remaja tersebut kini menjalani pemeriksaan dan pendataan lebih lanjut untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan mereka dalam rencana aksi tersebut.
Polisi juga memastikan akan memanggil orang tua dan pihak sekolah guna memberikan pembinaan serta mencegah terulangnya kejadian serupa.
Langkah ini dinilai penting agar para pelajar tidak terjerumus dalam tindakan yang berpotensi merugikan masa depan mereka.
Fenomena perang sarung sendiri kerap muncul pada malam hari selama bulan Ramadan. Tradisi yang awalnya dianggap sebagai permainan, dalam praktiknya kerap berubah menjadi aksi kekerasan karena sarung dimodifikasi dengan benda keras di dalamnya.
Kapolres menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada jam-jam rawan menjelang sahur.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif menjelang Ramadan.
“Ramadan seharusnya menjadi momentum meningkatkan ibadah dan kebersamaan, bukan diwarnai aksi kekerasan. Mari kita jaga anak-anak kita agar tidak terjerumus pada perbuatan yang merugikan masa depan mereka,” tegasnya.
• irf

0 Komentar