Headline

Rektorat Universitas Singaperbangsa Karawang Minta Maaf ke Pers

Foto : Rektorat Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan salah satu stafnya yang sempat memicu ketegangan dengan wartawan.

Thekarawangpost.com - Karawang | Polemik antara pihak kampus dan insan pers akhirnya berujung pada permintaan maaf terbuka. Rektorat Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan salah satu stafnya yang sempat memicu ketegangan dengan wartawan.

Permintaan maaf disampaikan langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Unsika, Dr. H. Amirudin, Drs., M.Pd.I, didampingi staf Humas Unsika, Nurhali, di hadapan jajaran kampus, aparat kepolisian dari Polsek Telukjambe Timur dan Polres Karawang, serta perwakilan Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia DPD Karawang, Jumat (27/2/2026).

Amirudin, mewakili Rektor Unsika, menegaskan bahwa insiden tersebut menjadi perhatian serius pihak kampus. Ia memastikan langkah internal telah diambil terhadap staf yang bersangkutan.

“Kami dari pihak Rektorat Unsika menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi. Hal ini tentu menjadi perhatian kami dan tidak seharusnya terjadi,” ujar Amirudin.

Ia menambahkan, teguran keras telah diberikan dan pihaknya berkomitmen mencegah kejadian serupa terulang.

“Saya sudah memberikan teguran keras kepada staf kami. Ke depan kami pastikan hal seperti ini tidak akan terulang kembali,” tegasnya.

Sementara itu, Nurhali secara langsung menyampaikan permintaan maaf kepada insan pers, khususnya kepada wartawan Nina Melani Paradewi dari media Onediginews. Ia mengakui pernyataan yang menuai sorotan terjadi karena luapan emosi sesaat di lapangan.

“Saya memohon maaf atas kekeliruan terhadap kawan-kawan media. Sesungguhnya saya tidak bermaksud untuk menyakiti,” kata Nurhali.

Ia juga mengakui adanya nada bicara yang tidak semestinya dilontarkan kepada wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik.

“Itu sekadar karena luapan emosi saya. Sekali lagi saya minta maaf kepada rekan-rekan media, khususnya kepada saudari Nina Melani Paradewi, apabila kata-kata saya menyinggung perasaan,” ujarnya.

IWO: Ini Soal Marwah Profesi

Menanggapi permintaan maaf tersebut, Ketua IWO Indonesia DPD Karawang, Syuhada Wisastra, menyatakan apresiasinya atas sikap terbuka Rektorat Unsika. Namun ia menegaskan, persoalan ini bukan semata-mata soal individu, melainkan menyangkut kehormatan profesi wartawan.

“Kami mengapresiasi adanya permintaan maaf dari pihak Rektorat Unsika. Ini menjadi langkah yang baik agar persoalan tidak berlarut dan hubungan dengan insan pers tetap berjalan dengan baik,” kata Syuhada.

Ia menegaskan bahwa IWO Indonesia hadir untuk membela profesi wartawan tanpa memandang latar belakang media maupun organisasi.

“Bagi kami yang dibela adalah profesinya. Wartawan harus dihormati dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, tanpa melihat dia berasal dari media mana atau organisasi mana,” tegasnya.

Menurut Syuhada, langkah yang diambil IWO murni sebagai bentuk solidaritas profesi, tanpa kepentingan ataupun tuntutan tertentu terhadap pihak kampus.

“Kami membela profesi wartawan tanpa pamrih. IWO Indonesia tidak menerima kompensasi apa pun dan tidak menuntut apa pun dari pihak Unsika. Yang kami perjuangkan hanya marwah dan kehormatan profesi wartawan,” ujarnya.

Ia menambahkan, solidaritas antarinsan pers menjadi fondasi penting dalam menjaga integritas dan kehormatan dunia jurnalistik.

“Ketika ada wartawan yang mendapat perlakuan tidak semestinya saat menjalankan tugas, maka kami merasa perlu hadir untuk memberikan dukungan dan pembelaan terhadap profesi,” katanya.

Dengan adanya permintaan maaf terbuka tersebut, polemik yang sempat memanas diharapkan dapat diselesaikan secara baik. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa relasi antara institusi publik dan pers harus dibangun di atas prinsip saling menghormati, profesionalisme, dan komunikasi yang beretika.

0 Komentar

© Copyright 2022 - THE KARAWANG POST