![]() |
| Ilustrasi |
Thekarawangpost.com - Karawang | Perayaan Cap Go Meh tahun 2577/2026 di Kabupaten Karawang akan digelar meriah pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan budaya tersebut rencananya berlangsung di sepanjang Jalan Tuparev dengan menghadirkan kirab budaya, pertunjukan barongsai, hingga bazar kuliner UMKM lokal.
Perayaan ini menjadi simbol kebersamaan dan keberagaman masyarakat Kabupaten Karawang, terlebih karena berlangsung di tengah bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Kirab budaya Cap Go Meh diharapkan menjadi pusat perayaan kebudayaan yang mampu mempererat persaudaraan lintas agama dan budaya di Karawang, sekaligus menjadi hiburan masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa.
Kepala Bidang Rohani Seni dan Budaya Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Kabupaten Karawang, Karina, menegaskan pihaknya mendukung penuh rencana gelaran kirab budaya Cap Go Meh yang bertepatan dengan bulan Ramadhan.
Menurutnya, momentum ini justru menunjukkan kedewasaan masyarakat Karawang dalam menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
“Merayakan Cap Go Meh di tengah Ramadhan menurut saya indah sekali. Yang menjalankan ibadah tetap khusyuk, yang merayakan tetap penuh sukacita. Semua berjalan berdampingan tanpa saling mengganggu,” ujar Karina, Sabtu (7/3/2026).
Ia menambahkan, perayaan tersebut juga dapat menjadi hiburan bagi masyarakat Muslim yang sedang menunggu waktu berbuka puasa.
“Ini contoh nyata bagaimana keberagaman bisa menjadi kekuatan. Bahkan bisa menjadi hiburan rakyat bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa, sambil ngabuburit menyaksikan kirab budaya Cap Go Meh,” lanjutnya.
![]() |
| Foto : Kepala Bidang Rohani Seni dan Budaya Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Kabupaten Karawang, Karina, |
Karina juga menilai perayaan Cap Go Meh tahun ini menunjukkan proses akulturasi budaya yang tumbuh secara alami di Karawang. Tradisi Tionghoa berpadu dengan budaya lokal Sunda, serta pengaruh budaya dari berbagai daerah dan bangsa.
Menurutnya, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dijaga sebagai pondasi kehidupan berbangsa.
Perayaan budaya seperti Cap Go Meh, kata dia, tidak hanya memperkuat identitas kebangsaan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui perputaran ekonomi UMKM serta menjaga kondusivitas daerah.
“Mudah-mudahan perayaan Cap Go Meh ini membuat kita semakin kuat sebagai anak bangsa, kebudayaan kita semakin maju, ekonominya tumbuh, dan Kabupaten Karawang selalu dalam keadaan aman, damai, dan tenteram,” pungkasnya.
• Irfan Sahab


0 Komentar