Headline

Green Policing Menguat di Aceh, Kolaborasi Polisi dan Pemuda Dorong Restorasi Lingkungan

Foto : audiensi strategis untuk membahas implementasi green policing pendekatan kepolisian yang berorientasi pada perlindungan lingkungan hidup. (Istimewa)

Thekarawangpost.com - Banda Aceh | Komitmen menjaga kelestarian lingkungan di Aceh memasuki babak baru. Polda Aceh menggandeng komunitas Green Leadership Indonesia Aceh dalam sebuah audiensi strategis untuk membahas implementasi green policing pendekatan kepolisian yang berorientasi pada perlindungan lingkungan hidup.

Pertemuan yang berlangsung di kawasan Batoh, Kamis (26/3/2026), tak sekadar menjadi forum diskusi. Ia menjelma ruang kolaborasi lintas generasi, mempertemukan aparat kepolisian dengan komunitas pemuda, aktivis lingkungan, hingga jaringan Civil Netizens yang selama ini aktif mengedukasi masyarakat.

Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., hadir langsung bersama jajaran pejabat utama. Di hadapan peserta, ia menegaskan bahwa tantangan kerusakan lingkungan tidak bisa lagi ditangani secara sektoral.

“Pendekatan kolaboratif adalah kunci. Kepolisian tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh energi, kreativitas, dan keberanian anak muda,” tegasnya.

Green Policing: Dari Gagasan ke Aksi Nyata

Gagasan green policing yang diusung Kapolda mendapat sambutan kuat dari komunitas. Mereka menilai pendekatan ini relevan di tengah meningkatnya ancaman ekologis di Aceh mulai dari abrasi pantai, degradasi hutan, hingga pencemaran sungai.

Tak berhenti pada dukungan, komunitas langsung menawarkan langkah konkret: program pendidikan lingkungan bagi generasi muda. 

Program ini dirancang dalam bentuk pelatihan singkat (short course) yang akan difasilitasi oleh kepolisian melalui Polres dan Polresta di seluruh Aceh.

Tujuannya jelas mencetak generasi muda yang tidak hanya sadar lingkungan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk bertindak: menjaga, merawat, hingga merestorasi ekosistem yang rusak.

Mangrove dan Masa Depan Pesisir Aceh

Dalam arahannya, Kapolda juga memaparkan rencana strategis yang tak kalah penting: gerakan penanaman mangrove di sepanjang garis pantai dan bantaran sungai.

Program ini bukan sekadar simbolis. Mangrove memiliki peran vital dalam:

  • Menahan abrasi dan gelombang laut

  • Menjaga kualitas air

  • Memperkuat struktur tanah pesisir

Pelaksanaannya akan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat luas, terutama generasi muda sebagai motor penggerak perubahan.

Menuju Juli 2026: Momentum Bhayangkara Hijau

Sebagai tindak lanjut, Polda Aceh menargetkan peluncuran program pendidikan green leadership pada Juli 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara. Program ini akan digelar serentak di seluruh jajaran Polres.

Langkah ini menunjukkan bahwa green policing bukan sekadar wacana, melainkan arah kebijakan yang serius dan terukur.

Kolaborasi Sebagai Harapan Baru

Audiensi ini menandai awal dari sinergi yang lebih luas antara aparat negara dan masyarakat sipil. Di tengah krisis lingkungan yang kian kompleks, kolaborasi seperti ini menjadi harapan baru bahwa perubahan bisa dimulai dari kesadaran bersama.

Aceh kini tidak hanya berbicara tentang pelestarian lingkungan, tetapi mulai membangunnya melalui aksi nyata. Dan di garis depan, ada generasi muda yang siap mengambil peran.


• irf 

0 Komentar

© Copyright 2022 - THE KARAWANG POST