![]() |
| Foto : Untuk pertama kalinya, perayaan hari jadi LSM GMBI digelar serentak secara daring, Sabtu (28/03), menegaskan transformasi organisasi menuju era digital. |
Thekarawangpost.com - Karawang | Di tengah arus perubahan zaman yang kian cepat, Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) menandai usia ke-24 dengan langkah yang tidak biasa.
Untuk pertama kalinya, perayaan hari jadinya digelar serentak secara daring, Sabtu (28/03), menegaskan transformasi organisasi menuju era digital.
Tak ada lautan massa yang memadati lapangan seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, semangat “Hitam-Kuning” tetap bergelora. Ribuan kader dari berbagai daerah terhubung dalam satu ruang virtual melalui Zoom Meeting.
Yel-yel khas organisasi menggema dari layar ke layar, menciptakan atmosfer solidaritas yang tak kalah kuat dari pertemuan fisik.
Distrik GMBI Karawang menjadi salah satu pusat perayaan yang berlangsung khidmat. Ketua DPD Distrik Karawang, H. Asep, menegaskan bahwa usia 24 tahun bukan sekadar penanda waktu, melainkan simbol kedewasaan organisasi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat bawah.
“Ini bukan hanya tentang bertambahnya usia. Ini tentang kematangan sikap dan konsistensi perjuangan. GMBI tetap berdiri sebagai tameng bagi mereka yang terpinggirkan,” tegasnya.
Mengusung tema “Solidaritas Tanpa Batas”, GMBI ingin menegaskan bahwa perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang dalam membangun kekuatan kolektif.
Solidaritas, bagi mereka, bukan sekadar slogan, melainkan prinsip hidup yang melintasi batas suku, agama, dan status sosial.
Perayaan daring ini sekaligus menjadi simbol perubahan cara organisasi bergerak. Teknologi kini diposisikan sebagai alat pemersatu mempercepat koordinasi, memperluas jangkauan, serta meningkatkan transparansi internal.
Menatap ke depan, GMBI menegaskan arah gerak yang lebih terstruktur dan berdampak. Sejumlah komitmen strategis kembali diteguhkan:
Memperkuat advokasi bagi masyarakat kecil yang terhimpit persoalan ekonomi dan ketidakadilan.
Mengawal pembangunan daerah agar tetap berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Mengintensifkan aksi sosial, mulai dari santunan hingga bantuan langsung bagi warga kurang mampu.
Meningkatkan edukasi hukum, agar masyarakat memahami dan berani memperjuangkan haknya.
Menjaga kondusivitas sosial sebagai perekat di tengah keberagaman.
Momentum ini juga menjadi refleksi perjalanan panjang GMBI selama lebih dari dua dekade. Dari gerakan akar rumput hingga menjadi kekuatan sosial yang diperhitungkan, organisasi ini terus berupaya menempatkan diri sebagai mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah.
Dengan mengusung semangat “Setia Bela Pancasila”, GMBI menegaskan perannya tidak hanya sebagai pengontrol sosial, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam pembangunan berkelanjutan.
Perayaan mungkin kini beralih ke ruang digital, namun satu hal tetap sama: semangat juang yang tak pernah padam.
Di era konektivitas tanpa batas, GMBI menunjukkan bahwa solidaritas tidak lagi mengenal jarak dan perjuangan tetap hidup, di mana pun anggotanya berada.

0 Komentar