![]() |
| Foto : Bawaslu Karawang saat melakukan koordinasi dengan DPC PDIP Karawang |
Thekarawangpost.com - Karawang | Upaya memastikan kesiapan administrasi partai politik menjelang tahapan pemilu mulai digencarkan sejak dini. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karawang turun langsung melakukan koordinasi pemutakhiran data partai politik berkelanjutan dengan menyambangi kantor DPC PDIP Karawang, (4/5).
Kegiatan ini dipimpin Ketua Bawaslu Karawang, Engkus Kusnadi, didampingi anggota Adnan Maushufi dan Akhmad Syafei, serta Kepala Sekretariat Walter Edward Malau bersama jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, Engkus menegaskan bahwa persoalan administrasi partai bukan sekadar urusan teknis, melainkan fondasi penting bagi kelancaran tahapan pemilu.
Ia mengingatkan, banyak partai kerap menghadapi kendala saat pendaftaran karena abai melakukan pembaruan data sejak awal.
“Pemutakhiran data tidak boleh menunggu mendekati tahapan. Kalau terlambat, risikonya partai sendiri yang akan kesulitan memenuhi syarat administrasi,” tegasnya.
Langkah “jemput bola” yang dilakukan Bawaslu ini dinilai sebagai strategi preventif untuk menekan potensi persoalan administratif yang bisa berdampak pada keikutsertaan partai dalam pemilu.
Selain itu, pendekatan langsung ke partai juga membuka ruang komunikasi yang lebih efektif antara pengawas dan peserta pemilu.
Ketua DPC PDIP Karawang, Dede Anwar Hidayat, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyebut arahan dari Bawaslu menjadi pengingat penting bagi internal partai untuk memperkuat konsolidasi data dan struktur kepengurusan.
“Kami tidak ingin terlambat. Saat ini kami sedang mengumpulkan dan merapikan seluruh data kepengurusan sebagai bentuk kesiapan menghadapi tahapan ke depan,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen, PDIP Karawang menyerahkan salinan dokumen kepengurusan, termasuk Surat Keputusan (SK) dan berkas pendukung lainnya kepada Bawaslu.
Koordinasi ini menegaskan satu hal: pemilu yang berkualitas tidak hanya ditentukan pada hari pencoblosan, tetapi juga dari kesiapan administratif jauh sebelum tahapan dimulai.
Tanpa data yang rapi dan valid, integritas proses demokrasi bisa terganggu sejak garis start.
Bawaslu pun berharap langkah ini menjadi contoh bagi partai politik lain di Karawang untuk lebih disiplin dalam tata kelola administrasi karena pemilu yang bersih selalu dimulai dari data yang tertib.
• Kojek

0 Komentar