Thekarawangpost.com - Medan | Polda Sumatera Utara memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terkendali pasca pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sejak Jumat malam.
Gangguan listrik yang dipicu masalah jaringan sistem Muara Bungo, Jambi pada pukul 18.44 WIB sempat memicu kepanikan masyarakat, terutama di sejumlah titik di Kota Medan. Namun, aparat kepolisian bergerak cepat melakukan patroli dan pengamanan untuk mencegah munculnya gangguan kamtibmas.
Wakapolda Sumut, Sonny Irawan, menegaskan pihaknya langsung menginstruksikan seluruh jajaran melakukan deteksi dini dan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) begitu blackout terjadi.
“Sejak malam kejadian, Kapolda bersama seluruh jajaran langsung bergerak melaksanakan patroli dan pengamanan untuk mengantisipasi dampak blackout. Sampai saat ini situasi tetap aman dan tidak ada kejadian menonjol di wilayah hukum Polda Sumut,” ujar Sonny saat memimpin KRYD, Sabtu malam.
Untuk menjaga stabilitas keamanan, Polda Sumut mengerahkan personel di 29 Polres yang tersebar di 33 kabupaten/kota. Fokus pengamanan diarahkan pada pusat keramaian, persimpangan jalan yang gelap, SPBU, hingga kawasan rawan kriminalitas jalanan.
Di tengah lumpuhnya sebagian jaringan listrik dan telekomunikasi, polisi juga memastikan distribusi bahan bakar minyak tetap berjalan normal. Koordinasi intensif dilakukan bersama Pertamina dan pengelola SPBU guna mengantisipasi gangguan transaksi barcode yang sempat terkendala akibat jaringan terganggu.
“Stok BBM aman. Kalau ada antrean panjang di SPBU, itu lebih disebabkan kepanikan sesaat dari masyarakat,” tegas Sonny.
Berdasarkan data terbaru, pemulihan listrik di Sumatera Utara telah mencapai 71,8 persen, sementara khusus Kota Medan sudah menyentuh 76,8 persen. Polisi bersama PLN terus melakukan pemantauan lapangan agar proses pemulihan berlangsung maksimal.
Sementara itu, Polrestabes Medan mengerahkan kekuatan penuh untuk menjaga keamanan ibu kota provinsi tersebut selama blackout berlangsung.
Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan sedikitnya 365 personel diterjunkan dalam pengamanan malam hari. Sebanyak 78 mobil patroli dan 58 kendaraan roda dua disiagakan untuk menyisir titik-titik rawan.
Polisi juga menempatkan personel di 29 lokasi pemadaman serta melakukan pengamanan di 91 SPBU di Kota Medan.
“Ada tiga fokus utama pengamanan, yakni penjagaan di persimpangan yang masih gelap, patroli mobile di lokasi rawan kejahatan jalanan, serta pengamanan di SPBU,” kata Calvijn.
Di tengah situasi blackout yang sempat memunculkan kekhawatiran warga, aparat kepolisian meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying BBM maupun tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.
Langkah cepat aparat keamanan dan koordinasi lintas instansi dinilai menjadi kunci utama menjaga Sumatera Utara tetap kondusif di tengah gangguan listrik berskala besar tersebut.

0 Komentar