Thekarawangpost.com - Karawang | Beredarnya sebuah video di media sosial yang disebut-sebut menampilkan dugaan aktivitas pesta di salah satu tempat hiburan di Kabupaten Karawang menuai perhatian publik. Forum Aktivis Islam (FAIS) melalui Ustadz Sunarto menyampaikan keprihatinan dan meminta aparat penegak hukum segera menindaklanjuti informasi tersebut.
Ustadz Sunarto menegaskan bahwa apabila video yang beredar terbukti benar, maka peristiwa itu perlu ditangani secara serius oleh aparat berwenang serta Pemerintah Kabupaten Karawang.
“Perbuatan yang diduga terjadi dalam video tersebut harus disikapi secara serius. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga moral dan generasi bangsa,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Ia juga meminta pemerintah daerah tidak tinggal diam dan segera berkoordinasi dengan aparat terkait guna memastikan kebenaran informasi yang beredar di tengah masyarakat.
Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara profesional dan berbasis fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan semata-mata berdasarkan opini atau viral di media sosial.
“Video yang beredar sudah menjadi perhatian publik. Oleh karena itu, aparat penegak hukum diharapkan melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. Jika ditemukan pelanggaran hukum, maka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
FAIS juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat.
Di sisi lain, FAIS mendesak agar apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran hukum, maka tempat usaha yang dimaksud dapat ditindak sesuai aturan yang berlaku, termasuk kemungkinan penutupan operasional.
“Kami mendukung penegakan hukum yang adil, transparan, dan profesional demi menjaga ketertiban umum serta kondusivitas di Kabupaten Karawang,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Pemerintah Kabupaten Karawang terkait kebenaran isi video yang beredar tersebut. (***)

0 Komentar