![]() |
| Foto : Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Karawang (AMK) menggelar aksi damai di pusat pemerintahan Kabupaten Karawang. |
Thekarawangpost.com - Karawang | Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Karawang (AMK) menggelar aksi damai di pusat pemerintahan Kabupaten Karawang, menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mengambil langkah tegas terhadap dugaan aktivitas LGBT serta menutup permanen tempat hiburan malam Theater Night Mart (TNM) yang sebelumnya disebut-sebut diduga menjadi lokasi pesta sesama jenis.
Aksi yang dipimpin unsur tokoh agama, organisasi kemasyarakatan Islam, organisasi kepemudaan, dan lintas elemen masyarakat itu diawali dari Islamic Center Karawang sejak pagi hari.
Massa kemudian bergerak menuju Kantor Pemda Karawang untuk menyampaikan aspirasi kepada Bupati dan DPRD Karawang.
Ketua MUI Karawang, KH Tajudin Noor, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi sosial dan moral di Kabupaten Karawang.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak boleh bersikap setengah hati dalam menyikapi persoalan yang telah memicu keresahan publik.
"Kami meminta Pemkab Karawang tidak hanya melakukan penutupan sementara. Jika memang terbukti menjadi tempat yang memfasilitasi aktivitas yang melanggar norma dan menimbulkan keresahan masyarakat, maka TNM harus ditutup permanen," tegas Tajudin Noor di hadapan massa aksi.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak terpancing provokasi dari pihak mana pun yang berpotensi mencederai tujuan aksi damai tersebut.
Kritik Terhadap Sikap Pemerintah
Dalam orasinya, sejumlah perwakilan massa mempertanyakan sikap pemerintah daerah yang dinilai lamban dan kurang tegas dalam merespons tuntutan masyarakat.
Mereka menilai kasus yang mencuat terkait TNM seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan tempat hiburan malam di Karawang.
Massa menilai persoalan tersebut bukan hanya terkait satu lokasi hiburan, melainkan menyangkut efektivitas pengawasan pemerintah terhadap aktivitas yang berpotensi melanggar aturan maupun norma sosial yang berlaku di tengah masyarakat.
"Jangan sampai pemerintah hanya bergerak ketika tekanan publik menguat. Pengawasan harus dilakukan secara konsisten dan tidak tebang pilih," ujar salah seorang orator.
Tuntutan Transparansi dan Penegakan Aturan
Selain mendesak penutupan permanen TNM, massa juga meminta pemerintah daerah dan aparat terkait membuka secara transparan hasil penyelidikan terhadap dugaan kegiatan yang terjadi di lokasi tersebut.
Mereka menilai keterbukaan informasi penting untuk menghindari spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib. Hingga aksi berakhir, massa menunggu komitmen konkret dari pemerintah daerah terkait tuntutan yang mereka sampaikan.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa isu moral, pengawasan tempat hiburan malam, dan respons pemerintah terhadap keresahan masyarakat masih menjadi perhatian serius publik Karawang.
Kini masyarakat menanti, apakah tuntutan ribuan massa tersebut akan berujung pada kebijakan tegas atau sekadar menjadi agenda seremonial yang berlalu tanpa penyelesaian yang jelas.
• Irfan Sahab/NM

0 Komentar