![]() |
| Foto : Keberhasilan menutup seluruh aktivitas galian C di bantaran Sungai Ular disambut dengan pesta rakyat dan syukuran oleh ratusan masyarakat |
Thekarawangpost.com - Deli Serdang | Keberhasilan menutup seluruh aktivitas galian C di bantaran Sungai Ular disambut dengan pesta rakyat dan syukuran oleh ratusan masyarakat yang tergabung dalam Perkumpulan Masyarakat Peduli Keutuhan dan Kelestarian Bantaran Sungai Ular Sumatera Utara (PMPKKBSUSU) bersama Satgas Elang Biru DPP Garpu NasDem, DPC Papera Deli Serdang, Forkopimda, serta sejumlah instansi terkait.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Sempurna, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (25/6/2026), juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada 350 anak yatim bertepatan dengan 10 Muharram 1448 Hijriah.
Acara tersebut menjadi simbol kemenangan masyarakat dalam memperjuangkan penyelamatan lingkungan setelah bertahun-tahun bantaran Sungai Ular mengalami kerusakan akibat aktivitas Galian C atau Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang dinilai mengancam keselamatan warga.
Ketua PMPKKBSUSU, Naryo, bersama Penasehat PMPKKBSUSU yang juga Dansatgas Elang Biru DPP Garpu NasDem, Jaiman Supnur atau Okky, menyambut seluruh tamu undangan dengan tradisi budaya Jawa berupa tarian Reog Ponorogo, wayang orang, pengalungan bunga, hingga prosesi tepung tawar.
Dalam sambutannya, Jaiman Supnur menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Forkopimda, aparat penegak hukum, Denpom Lubuk Pakam, serta Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) II Medan yang telah menindak tegas aktivitas galian C ilegal di sepanjang bantaran Sungai Ular.
"Atas nama PMPKKBSUSU dan Satgas Elang Biru DPP Garpu NasDem, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah merespons aspirasi masyarakat. Hari ini kami dapat memastikan bahwa tidak ada lagi aktivitas galian C di bantaran Sungai Ular di lima kecamatan, yakni Beringin, Pantai Labu, Lubuk Pakam, Pagar Merbau, dan Galang. Kami juga akan terus melakukan pengawasan agar aktivitas tersebut tidak kembali terjadi," tegas Jaiman.
Menurutnya, penutupan galian C merupakan hasil perjuangan panjang masyarakat melalui berbagai pengaduan dan koordinasi dengan pemerintah serta aparat penegak hukum demi mencegah kerusakan lingkungan yang berpotensi memicu banjir besar akibat jebolnya tanggul Sungai Ular.
Sementara itu, Kepala BBWSS II Medan, Feriyanto Pawenrusi, ST., MT, mengaku terkesan dengan penyambutan masyarakat yang sarat nilai budaya.
"Saya baru pertama kali disambut dengan pertunjukan Reog, wayang orang, serta pengalungan bunga seperti ini. Ini luar biasa dan menunjukkan kekompakan masyarakat dalam menjaga lingkungannya," ujarnya.
Feriyanto menegaskan, BBWSS II Medan telah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki bantaran Sungai Ular yang rusak akibat galian C.
"Berdasarkan pendataan, terdapat sekitar 12 titik kerusakan dengan panjang mencapai 40 kilometer di wilayah Kabupaten Deli Serdang. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2026 hingga 2027.
Langkah masyarakat PMPKKBSUSU patut menjadi contoh bagi daerah lain, termasuk Kabupaten Serdang Bedagai, dalam menjaga kelestarian bantaran sungai," katanya.
Bupati Deli Serdang, Asriludin Tambunan, yang diwakili Kepala Dinas Sosial Yusnaldi, menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir lantaran menghadiri pelantikan 76 kepala desa.
Melalui Yusnaldi, Bupati menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang berani menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan.
"Bupati mengucapkan terima kasih kepada PMPKKBSUSU yang konsisten menjaga lingkungan dan berkolaborasi dengan Forkopimda serta aparat penegak hukum dalam menutup aktivitas galian C ilegal.
Pemerintah akan terus melakukan pengawasan bersama masyarakat agar aktivitas tersebut tidak kembali terjadi," ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia menyerahkan santunan berupa sembako dan uang tunai kepada puluhan anak yatim secara simbolis sebelum seluruh 350 anak yatim menerima bantuan.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta menikmati makan bersama menggunakan daun pisang sebagai alas hidangan, mencerminkan semangat gotong royong dan persatuan masyarakat.
Pesta rakyat tersebut menjadi penanda bahwa perjuangan masyarakat menjaga kelestarian Sungai Ular tidak berhenti pada penutupan galian C, tetapi akan terus berlanjut melalui pengawasan bersama demi melindungi lingkungan dan keselamatan generasi mendatang. (***)

0 Komentar