![]() |
| Foto : Angga Permana Sidik tampil sebagai Finalis Mojang Jajaka Kabupaten Karawang 2026, mewakili Kecamatan Kotabaru. |
Thekarawangpost.com - Karawang | Semangat mengabdi di tanah kelahiran mendorong Angga Permana Sidik mengambil langkah baru. Setelah meraih posisi 1st Runner Up Duta Pendidikan Jawa Barat 2025, mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang itu kini tampil sebagai Finalis Mojang Jajaka Kabupaten Karawang 2026, mewakili Kecamatan Kotabaru.
Namun, bagi Angga, ajang Mojang Jajaka bukan sekadar panggung untuk berkompetisi. Ia menjadikannya ruang untuk menguji gagasan, memperkuat kepemimpinan, sekaligus menyuarakan visi tentang masa depan pariwisata Kabupaten Karawang.
Mengusung advokasi “Cageur, Bageur, Singeur”, Angga mencoba menghidupkan kembali nilai-nilai kepemimpinan Sunda dalam konteks pembangunan daerah.
Filosofi tersebut ia maknai sebagai pijakan untuk membangun karakter generasi muda yang sehat, baik dalam sikap, serta cerdas dan tanggap membaca persoalan zaman.
Angga meyakini kemajuan pariwisata Karawang tidak cukup hanya mengandalkan potensi destinasi. Dibutuhkan kolaborasi, kreativitas, promosi yang kuat, serta kemampuan mengemas kekayaan lokal menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing.
Gagasan itu kemudian ia bawa dalam ajang “Sawala & Unjuk Kabisa” Pasanggiri Mojang Jajaka Karawang 2026 yang digelar di KCP Mall.
Dalam sesi Sawala, Angga dipercaya menjadi ketua kelompok. Kepemimpinannya berbuah hasil setelah kelompok yang dipimpinnya berhasil meraih Juara Utama Kelompok Sawala.
Tak sekadar tampil sebagai pemenang, kelompok tersebut menawarkan gagasan strategis bertema “Karawang Shopping Destination” dengan tagline “Global Shopping Local Soul”.
Gagasan tersebut menempatkan kekuatan lokal sebagai bagian penting dari strategi pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah.
Karawang dinilai memiliki potensi besar untuk tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai daerah tujuan wisata dan belanja yang memiliki identitas budaya kuat.
Prestasi Angga berlanjut pada kategori Unjuk Bakat. Ia berhasil menembus Top 3 setelah menampilkan kemampuan olah vokal melalui Nembang Pop Sunda dengan membawakan lagu Kapalang Nyaah karya Abiel Jatnika.
Penampilan tersebut sekaligus menjadi cara Angga memperkenalkan budaya Sunda kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih kekinian.
Bukan Sekadar Kompetisi
Angga menegaskan, keterlibatannya dalam Mojang Jajaka Karawang 2026 bukan semata-mata mengejar gelar. Ia ingin menjadikan momentum tersebut sebagai ruang aktualisasi dan pengabdian.
“Saya kembali ke Karawang untuk mengabdi. Lewat filosofi Cageur, Bageur, Singeur, saya ingin bersama teman-teman Mojang Jajaka membangun pariwisata Karawang yang berkarakter dan berdaya saing,” ujar Angga.
Ia bahkan secara terbuka menyampaikan cita-cita jangka panjangnya untuk ikut mengambil peran dalam pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Karawang.
“Ini juga langkah awal saya untuk mewujudkan cita-cita besar memimpin Karawang ke depan,” katanya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Angga tidak ingin berhenti pada aktivitas seremonial kepemudaan. Ia mulai membangun rekam jejak melalui pendidikan, kompetisi, kepemimpinan, budaya, dan advokasi pembangunan daerah.
Dengan pengalaman sebagai 1st Runner Up Duta Pendidikan Jawa Barat 2025 dan kini menjadi Finalis Mojang Jajaka Karawang 2026, Angga membawa pesan bahwa generasi muda Karawang tidak cukup hanya menjadi penonton pembangunan.
Mereka harus mulai mengambil posisi sebagai penggagas, penggerak, sekaligus calon pemimpin masa depan.
Bagi Angga, Karawang bukan sekadar tempat lahir. Karawang adalah ruang pengabdian sekaligus medan untuk membuktikan bahwa anak muda daerah mampu membawa gagasan lokal menuju panggung yang lebih luas.
• Irfan Sahab

0 Komentar