Headline

Mobil Milik ASN Sekretariat DPRD Karawang Bersenggolan Dengan Sepeda Motor di Kosambi, Malah Tinggalkan TKP

Ilustrasi kecelakaan (Antara)

Thekarawangpost.com - Karawang | Sebuah insiden kecelakaan memicu kemarahan warga dan kecaman tajam, setelah seorang pengendara mobil berjenis Suzuki Baleno warna merah yang diketahui berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Karawang, diduga meninggalkan lokasi kejadian setelah bersenggolan dengan sepeda motor yang dikendarai seorang wanita, di depan SPBU Kosambi, Kecamatan Klari, Jumat (28/8/2026) pagi.

Peristiwa itu disaksikan langsung oleh praktisi hukum sekaligus advokat Elyasa Budiyanto dan Ketua Forum Aktivis Islam Sunarto, yang keduanya sempat melihat insiden tersebut.

Elyasa membenarkan bahwa mobil berwarna merah tersebut sempat bersenggolan dengan sepeda motor, sehingga pengendara sepeda motor jatuh ke aspal. 

Namun alih-alih berhenti untuk menolong dan memastikan kondisi korban, pengemudi mobil justru melaju pergi meninggalkan TKP.

"Betul, insiden itu terjadi di depan pom bensin Kosambi Klari. Saya juga sempat mengejar kendaraan mobil tersebut dan memberhentikannya yang sempat bersenggolan dengan sepeda motor dan mengakibatkan korban terjatuh di TKP, " ungkap Elyasa kepada wartawan.

Ia menyoroti sikap pengemudi mobil yang dinilai tidak memiliki empati sama sekali. Menurutnya, terlepas dari siapa yang salah, setiap pengendara wajib berhenti dan memastikan keselamatan pihak lain yang terlibat kecelakaan.

"Seharusnya pengendara mobil C itu ada sedikit pedulinya, berhenti dahulu dan melihat korban yang jatuh ke jalan aspal, apakah korban terluka atau tidak. Kan sepeda motor tersebut yang bersenggolan dengan kendaraan milik C. Ya sedikit memiliki empati lah," tegas Elyasa dengan nada kecewa.

Di tempat terpisah, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, C yang berdinas di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Karawang membenarkan bahwa kendaraannya bersenggolan dengan sepeda motor, bahkan sempat memperlihatkan baret pada bodi mobilnya sebagai bukti gesekan. 

Namun ia beralasan saat itu tidak mengetahui telah terjadi kecelakaan serius.

"Awalnya saya juga tidak tahu bahwa mobil saya gesekan dengan sepeda motor yang dikendarai oleh seorang wanita. Saat itu saya juga melihat pemilik sepeda motor jatuh dan dibopong, namun ketika saya tanya ke warga yang menolong pengendara sepeda motor mereka bilang tidak apa-apa dan saya dipersilahkan pergi," ujar C.

Meski demikian, C akhirnya mengakui kelalaiannya karena tidak turun langsung untuk memeriksa kondisi korban, melainkan hanya percaya begitu saja pada keterangan warga.

"Saya akui kesalahan saya saat itu tidak turun dan menghampiri korban. Begitu saja percaya kepada warga yang menolong si pengendara sepeda motor itu. Memang benar saat itu korban sempat dibopong oleh bapak-bapak. Ya saya pikir tidak terjadi apa-apa. Sekali lagi saya mohon maaf, kalaupun terjadi luka terhadap korban, saya siap bertanggung jawab," jelas C.

Insiden ini kembali menyoroti etika dan tanggung jawab pengendara, terlebih yang berstatus abdi negara. Masyarakat berharap kejadian ini menjadi pelajaran bahwa kepemilikan kendaraan dan jabatan bukan alasan untuk meninggalkan korban di jalan raya. 

Kewajiban menolong korban kecelakaan adalah norma sekaligus kewajiban hukum yang tidak boleh diabaikan, siapa pun pelakunya.

 

 • Red 

0 Komentar

© Copyright 2022 - THE KARAWANG POST