![]() |
| Foto : Sebanyak 105 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis (Bimtek), Minggu (13/9/2026). |
Thekarawangpost.com - Bekasi | Menjelang hari pencoblosan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karang Sambung, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, sebanyak 105 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis (Bimtek), Minggu (13/9/2026).
Kegiatan yang digelar di Aula Desa Karang Sambung tersebut menjadi bagian penting dari persiapan panitia untuk memastikan seluruh petugas di 15 Tempat Pemungutan Suara (TPS) memahami mekanisme pemungutan dan penghitungan suara.
Bukan sekadar persoalan teknis, Bimtek juga menjadi momentum untuk menegaskan satu hal yang dinilai sangat krusial dalam Pilkades, yakni netralitas penyelenggara.
Ketua Panitia Pilkades Karang Sambung, Isak Iskandar, meminta seluruh anggota KPPS menjalankan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan tidak membawa kepentingan calon tertentu ke dalam proses pemungutan suara.
“Kita harus benar-benar menyukseskan KPPS Desa Karang Sambung di 15 Tempat Pemungutan Suara ini, karena kita semua panitia,” ujar Isak.
Menurutnya, setiap anggota KPPS harus memahami secara utuh tugas dan kewenangan mereka, mulai dari persiapan TPS, proses pemungutan suara hingga penghitungan suara.
Kesalahan dalam menjalankan prosedur, kata dia, dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat terhadap hasil Pilkades.
Namun, Isak memberikan perhatian khusus terhadap persoalan keberpihakan. Ia menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi anggota KPPS yang terbukti mendukung atau menguntungkan salah satu calon kepala desa.
“Kita harus netral. Apabila ada ketua KPPS yang mendukung salah satu calon, akan saya tindak dan saya copot,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan keras bahwa posisi KPPS bukanlah ruang untuk bermain politik praktis. Setiap petugas dituntut mampu menjaga jarak yang sama terhadap seluruh calon dan memberikan pelayanan yang adil kepada masyarakat pemilih.
Isak juga mengingatkan seluruh anggota KPPS agar tidak hanya mengejar kelancaran proses pencoblosan, tetapi juga menjaga integritas, kejujuran, transparansi, dan profesionalitas selama menjalankan amanah.
“Jangan sampai ada KPPS yang berpihak. Kita harus menjaga amanah ini agar pelaksanaan Pilkades berjalan aman, tertib, dan dapat dipercaya masyarakat,” tambahnya.
Dengan jumlah 105 anggota KPPS yang tersebar di 15 TPS, kesiapan penyelenggara menjadi salah satu kunci sukses pelaksanaan Pilkades Karang Sambung.
Bagi panitia, keberhasilan Pilkades bukan semata-mata ditentukan oleh tingginya partisipasi pemilih, tetapi juga oleh sejauh mana seluruh tahapan berjalan secara tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kini, setelah Bimtek digelar, seluruh mata akan tertuju pada pelaksanaan pemungutan suara. Netralitas KPPS pun menjadi taruhan penting untuk menjaga agar pesta demokrasi tingkat desa tersebut berlangsung jujur, adil, aman, dan dipercaya masyarakat.
• NANA

0 Komentar