Headline

GPII Kecam Dugaan Kekerasan Kader HMI Karawang, Kaderisasi Bukan Alasan Halalkan Tindak Pidana

Foto : Wakil Sekretaris Jenderal PP GPII, Irwan Taufik, 

Thekarawangpost.com - Karawang  | Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) mengecam keras dugaan tindakan kekerasan, intimidasi, dan penganiayaan yang dialami seorang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Karawang. 

Peristiwa itu bermula dari dinamika kaderisasi di lingkungan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) yang berujung tindakan fisik hingga ancaman.

Dalam siaran persnya, Wakil Sekretaris Jenderal PP GPII, Irwan Taufik, menegaskan perbedaan organisasi atau proses kaderisasi tidak boleh dijadikan alasan apa pun untuk melakukan kekerasan.

"Kaderisasi seharusnya ruang pendidikan kepemimpinan, bukan ruang intimidasi apalagi penganiayaan. Jika terbukti, ini sudah bukan lagi persoalan internal organisasi ini sudah menjadi persoalan hukum," tegas Irwan, Selasa (30/9/2026).

Berdasarkan laporan, korban dipaksa ke sebuah kontrakan, mengalami pencekikan, tamparan, tendangan, lalu dipaksa membuat video klarifikasi sekaligus diancam agar tidak melapor.

GPII meminta Polresta Karawang mengusut tuntas perkara ini secara profesional, objektif, dan menyeluruh. 

"Tidak boleh ada impunitas. Dalih senioritas, solidaritas, atau konflik organisasi tidak boleh menutupi tindak pidana. Hukum harus menjadi panglima," tegasnya.

Kampus Didesak Tidak Hanya Diam

GPII juga mempertanyakan tanggung jawab pihak UNSIKA. Kampus dinilai tidak boleh sekadar menyerahkan urusan kepada kepolisian. Proses hukum dan perlindungan akademik harus berjalan beriringan.

GPII mendesak UNSIKA:

✅ Jamin keamanan & perlindungan penuh bagi korban dan saksi

✅ Cegah intimidasi terhadap pihak yang melapor

✅ Lakukan pemeriksaan internal terkait keterlibatan pihak kampus

✅ Jangan intervensi jalannya proses hukum

✅ Pastikan hak akademik korban tetap terpenuhi

✅ Bangun sistem pencegahan kekerasan di lingkungan kemahasiswaan

✅ Tegaskan kaderisasi harus berjalan dalam koridor pendidikan & etika

"Jangan baru bergerak setelah viral atau setelah laporan masuk. Kampus harus menjadi ruang aman, bukan tempat lahirnya budaya kekerasan," tegas pernyataan itu.

Berbeda Gagasan, Tetap Bersaudara

GPII menyampaikan solidaritas moral kepada kawan-kawan HMI Karawang dan mengajak seluruh elemen mahasiswa tidak terjebak konflik antarkelompok.

"Kaderisasi harus melahirkan orang berani bicara, bukan orang takut karena diancam. Kompetisi gagasan adalah hal wajar — tetapi kekerasan adalah batas yang tidak boleh dilintasi siapa pun," ujar Irwan.

GPII akan terus memantau perkembangan perkara ini dan menegaskan: siapa pun yang terbukti bersalah, harus bertanggung jawab di hadapan hukum tanpa kecuali. (***)

 


0 Komentar

© Copyright 2022 - THE KARAWANG POST