Headline

Menuju 2029, PSI Bekasi Bongkar Strategi, H. Ridho : "Kader Wajib Dekati Warga Dari Bawah"

Foto : Ketua DPD PSI Kabupaten Bekasi, H. Ridho Choirul Umam

Thekarawangpost.com - Bekasi | Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bekasi mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Namun, konsolidasi kali ini tak sekadar berbicara soal perolehan suara. PSI menegaskan akan membangun kekuatan politik dari bawah dengan memperkuat kedekatan kader dengan masyarakat.

Ketua DPD PSI Kabupaten Bekasi, H. Ridho Choirul Umam, mengatakan partainya ingin memastikan keberadaan kader dirasakan masyarakat jauh sebelum pesta demokrasi kembali digelar.

Pernyataan itu disampaikan Ridho usai Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kabupaten Bekasi di PT CMM, Kecamatan Cikarang Timur, Minggu (27/9/2026).

Menurutnya, salah satu instruksi utama dalam konsolidasi internal adalah mendorong seluruh kader turun langsung ke masyarakat melalui pola pendekatan pintu ke pintu. 

Kader tidak hanya diminta memperkenalkan identitas baru partai, termasuk logo gajah, tetapi juga menyerap persoalan dan aspirasi warga.

“Mulai dari tingkat DPD, kecamatan hingga RT/RW, semua kader akan kita persiapkan dan harus berperan aktif untuk masyarakat,” ujar Ridho.

Ia menegaskan, kekuatan politik tidak boleh dibangun secara instan hanya ketika tahapan pemilu dimulai. Karena itu, PSI Kabupaten Bekasi mengarahkan kader untuk membangun komunikasi secara rutin dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Mulai dari aksi sosial, pengajian, hingga komunikasi dengan ulama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan berbagai komunitas lokal dinilai menjadi bagian penting untuk membangun struktur partai yang benar-benar hidup.

Ridho menyebut pendekatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang disebutnya sebagai panutan dan inspirator politik PSI.

“Seperti yang dikatakan Pak Jokowi, panutan, inspirator, dan guru politik kami, PSI punya target besar ke depannya. Dan itu hanya bisa diraih kalau kita bekerja keras dan berperan aktif serta bersinergi dengan masyarakat,” katanya.

Bukan Sekadar Mesin Elektoral

Ridho mengakui persiapan menuju Pemilu 2029 menjadi bagian penting dari konsolidasi organisasi. Namun, ia menolak jika aktivitas kader di tengah masyarakat hanya dipandang sebagai strategi elektoral.

Menurut dia, PSI harus tetap menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat meski kontestasi politik belum berlangsung.

“Dalam mempersiapkan diri menghadapi kontestasi elektoral berikutnya, bukan berarti PSI DPD Kabupaten Bekasi akan abai terhadap masyarakat. Kita akan terus melayani warga, hadir di tengah-tengah warga Bekasi dan membantu warga Bekasi dalam menghadapi berbagai kesulitan yang dihadapi,” tegasnya.

Karena itu, kepengurusan PSI di tingkat desa didorong menjalankan kegiatan sosial secara berkelanjutan. Salah satunya melalui program Jumat Berkah dan distribusi bantuan sosial kepada masyarakat.

Bagi PSI Kabupaten Bekasi, pola tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kedekatan kader dengan masyarakat justru disebut harus dibangun secara konsisten dan berlangsung setiap hari.

“Partai ini harus memiliki struktur yang hidup. Kader-kadernya punya kedekatan dengan masyarakat yang dilayaninya di seluruh daerah di Indonesia,” ujar Ridho.

Dorong Kolaborasi Lintas Partai

Selain memperkuat struktur internal, PSI Kabupaten Bekasi juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen di daerah, termasuk aparat penegak hukum dan partai politik lainnya.

Dalam bidang peningkatan sumber daya manusia dan keamanan lingkungan, PSI menyatakan siap membangun sinergi dengan Polres setempat. 

Sementara di ranah politik pemerintahan daerah, PSI menyatakan terbuka melakukan kerja sama lintas partai sepanjang diarahkan untuk kepentingan masyarakat.

Ridho menilai pembangunan Kabupaten Bekasi membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat hanya mengandalkan satu kekuatan politik.

Dengan demikian, konsolidasi PSI menuju 2029 bukan hanya diarahkan untuk memperbesar struktur dan kekuatan elektoral, tetapi juga untuk membangun basis sosial-politik yang lebih dekat dengan warga.

Pertanyaannya kini tinggal satu: mampukah komitmen untuk hadir setiap hari tersebut benar-benar bertahan hingga 2029, atau kembali menguat hanya ketika musim politik tiba?

PSI Kabupaten Bekasi mengklaim memilih jalan pertama membangun kedekatan dari bawah, jauh sebelum surat suara kembali masuk ke kotak suara.


• Nana 


0 Komentar

© Copyright 2022 - THE KARAWANG POST