![]() |
| Foto: Sebanyak 220 unit disalurkan di Karawang, disusul daerah lain seperti Purwakarta, Bogor, Depok, Cimahi, hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur. |
Thekarawangpost.com - Karawang | Senyum hangat tersungging di wajah Amo (64), penarik becak senior warga Kelurahan Plawad, Karawang Timur. Mengayuh becak sejak 1981, penghasilannya sehari rata-rata Rp50.000, bahkan kurang.
Kini, melalui program inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan Yayasan Solidaritas Nasional (GSN), ia menerima becak listrik secara cuma-cuma secercah harapan baru bagi para pengemudi lanjut usia.
PT Pindad merancang kendaraan ini khusus untuk pengemudi berusia 60 tahun ke atas, agar tidak lagi menguras tenaga menggowes becak manual.
“Lebih memudahkan, tidak terlalu capek. Kalau tanjakan dulu berat sekali, sekarang dibantu mesin,” ujar Pak Amo, Rabu (23/9/2026) di Galeri Nyai Asih Pemkab Karawang.
Namun transisi dari tenaga otot ke tenaga listrik tak sepenuhnya mulus. Ia mengaku sempat kaget saat pertama kali mengendarainya,“Kalau becak biasa gasnya pelan-pelan, ini langsung ngacir begitu digas.”
Spesifikasi Ramah Rakyat, Tetap Ada Batasan
Berdasarkan arahan Sekretariat Negara, Pindad membekali becak ini dengan baterai Lithium Mangan Fosfat (LFP) 48 Volt 12,8 Ah tahan hingga 3.000 kali pengecasan atau sekitar 5 tahun.
Pengisian penuh butuh 4 jam, disarankan diisi ulang saat mencapai sisa 20%. Dengan bantuan pedal, jarak tempuh 17–40 km tergantung beban dan jalan.
Strukturnya menyerupai becak tradisional namun menggunakan pipa hollow, dilengkapi lampu lengkap dan layar LCD. Mesin penggerak tahan air hingga kedalaman 1 meter.
Tetapi realitas di lapangan menyisakan catatan kritis:
- Beban Biaya Listrik: Pak Amo menggunakan listrik prabayar. Pengisian daya harian tentu menambah pengeluaran, padahal pendapatannya pas-pasan.
- Batas Muatan Ketat: Total beban maksimal 210 kg, jika pengemudi 70 kg, penumpang/barang hanya boleh 140 kg. Melebihi itu mempercepat kerusakan komponen. Padahal di pasar, penumpang kerap membawa belanjaan banyak.
- Risiko Keselamatan: Kecepatan yang langsung melesat bercampur dengan kendaraan bermotor di jalan raya menjadi kekhawatiran, terutama bagi pengemudi lansia. Pindad telah mengimbau agar tetap mematuhi aturan Dinas Perhubungan.
Sebanyak 220 unit disalurkan di Karawang, disusul daerah lain seperti Purwakarta, Bogor, Depok, Cimahi, hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Niat mulia meringankan beban warga miskin patut didukung, namun penyesuaian di lapangan mulai dari subsidi biaya pengisian, pelatihan berkendara, hingga pengaturan jalur khusus menjadi kunci agar bantuan ini benar-benar aman dan bermanfaat jangka panjang.
• np

0 Komentar