![]() |
| Foto : Pemerintahan Desa Waringinjaya, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, melaksanakan penanaman 1.000 pohon di sepanjang tanggul Perumahan Grand Restu Cikarang (GRC) |
Thekarawangpost.com - Bekasi | Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke‑98 tidak hanya dirayakan lewat pidato, tetapi juga melalui aksi nyata di lapangan. Pemerintahan Desa Waringinjaya, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, melaksanakan penanaman 1.000 pohon di sepanjang tanggul Perumahan Grand Restu Cikarang (GRC), kawasan yang kerap terancam banjir, longsor, serta pengikisan tanah saat musim hujan tiba.
Aksi penanaman pohon yang terdiri dari jenis salam, jengjeng, jati, mangga, hingga petai tersebut dipimpin secara simbolis oleh Penjabat (PJ) Desa Waringinjaya, Rika Mardiati.
Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, sekretaris desa, RT, RW, unsur dusun, Babinsa, serta jajaran BPD, Rabu (28/10/2026).
Pohon sebagai Benteng Alami di Bantaran yang Rawan Bencana
Dalam keterangannya di lokasi, Rika menegaskan bahwa penanaman 1.000 pohon ini memiliki makna ganda, selain memperingati Sumpah Pemuda ke‑98, langkah ini juga menjadi upaya strategis untuk memperkuat daya serap air serta menekan risiko banjir di musim hujan.
Lokasi di bantaran tanggul Perumahan GRC dipilih karena wilayah tersebut sering menghadapi ancaman abrasi dan longsor tanah.
"Kami menempatkan pohon ini agar nantinya akarnya dapat membantu menahan tanah sekaligus menyerap air. Tujuannya agar generasi ke depan dapat merasakan hasil yang kita tanam hari ini," ujar Rika.
Ia juga menegaskan bahwa aksi penanaman bukan yang pertama kalinya. "Pada peringatan Hari Santri kami juga telah menanam 1.000 pohon. Harapan besar kami, Desa Waringinjaya nantinya menjadi desa yang nyaman, asri, sehat, teduh, dan kaya oksigen di mana‑mana," tambahnya.
Dari Simbol Sumpah Pemuda ke Komitmen Menjaga Bumi Desa
Sekretaris Desa Waringinjaya, Maulana Mardani, juga menekankan bahwa semangat persatuan Sumpah Pemuda harus diwujudkan dalam kerja nyata menjaga lingkungan.
Ia berharap ribuan pohon yang ditanam nanti tumbuh kuat, dijaga oleh warga, dan menjadi warisan hijau bagi generasi mendatang.
"Kami berharap setelah pohon‑pohon ini tumbuh besar, warga bersama‑sama menjaga dan merawatnya, sehingga Waringinjaya benar‑benar menjadi tempat yang hijau, nyaman, dan terhindar dari banjir," pungkas Maulana.
Langkah Awal yang Perlu Dijaga Keberlanjutannya
Aksi penanaman 1.000 pohon di tanggul GRC ini menjadi tanda bahwa semangat Sumpah Pemuda masa kini bukan hanya tentang persatuan kebangsaan, tetapi juga persatuan menjaga tanah air dari ancaman bencana lingkungan.
Meski demikian, keberhasilan "benteng hijau" ini tidak hanya bergantung pada jumlah pohon yang ditanam, melainkan juga pada pemeliharaan jangka panjang, pemilihan jenis tanaman yang tepat, serta pengawasan rutin di lokasi rawan banjir.
Kini, mata masyarakat tertuju, apakah ribuan pohon yang ditanam ini benar‑benar akan tumbuh menjadi perisai alami bagi Desa Waringinjaya saat hujan deras datang? Jawabannya akan terlihat dari keseriusan menjaga hingga bertahun‑tahun ke depan.
(NANA)

0 Komentar