![]() |
| Ilustrasi pencurian sepeda motor. (AI) |
Thekarawangpost.com - Karawang | Rasa aman warga Perumahan De Keraton, Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, kian terusik. Pasalnya, aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi pada awal November 2026.
Peristiwa tersebut menambah panjang daftar kehilangan sepeda motor yang dalam tiga bulan terakhir terus menghantui penghuni perumahan tersebut.
Kali ini, satu unit sepeda motor Honda Vario bernomor polisi T 5719 OE dilaporkan raib digasak pencuri dari kawasan Perumahan De Keraton, tepatnya di Blok G.8 Nomor 19, Selasa (3/11/2026). Peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB.
Kasus terbaru ini semakin memperkuat keresahan warga. Sebab, pencurian kendaraan bermotor di lingkungan perumahan tersebut bukan kali pertama terjadi.
Bahkan, sepanjang September dan Oktober 2026, warga mencatat sedikitnya delapan kasus pencurian yang tersebar di sejumlah blok.
Delapan Kasus dalam Dua Bulan, Kini Bertambah Lagi
Berdasarkan rekapitulasi kejadian yang dihimpun dari catatan warga, empat kasus pencurian terjadi sepanjang September 2026, masing-masing pada 1 September di Blok N, 9 September di Blok G, 23 September di Blok B, dan 28 September kembali terjadi di Blok G.
Sementara pada Oktober 2026, empat kejadian serupa kembali dilaporkan. Pencurian terjadi pada 11 Oktober di Blok H, 21 Oktober di Blok D, 23 Oktober di Blok R, serta 31 Oktober di Blok A.
Belum genap tiga hari memasuki November, aksi pencurian kembali terjadi di Blok G.8. Dengan demikian, berdasarkan catatan warga, sedikitnya sembilan kejadian pencurian kendaraan bermotor telah dilaporkan dalam kurun waktu September hingga 3 November 2026.
Rentetan kejadian tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai efektivitas sistem keamanan lingkungan perumahan. Sebab, pencurian terus berulang di blok berbeda tanpa terlihat adanya penurunan kejadian.
Warga Pertanyakan Efektivitas Pengamanan
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa penghuni perumahan kini dihantui rasa khawatir setiap kali memarkirkan kendaraan di depan rumah.
"Setiap bulan ada saja yang hilang. Pencurian terjadi di blok yang berbeda-beda, seolah-olah pelaku tahu di mana keamanan paling lemah. Kami pulang kerja sudah was-was memarkir motor," ungkapnya.
Ia juga mempertanyakan langkah konkret pengelola perumahan dan petugas keamanan dalam mengantisipasi maraknya pencurian tersebut.
"Pertanyaannya, apakah pengelola perumahan sudah menindaklanjuti? Apakah aparat keamanan lingkungan sudah diperkuat? Dan mengapa pola ini terus berulang?" ujarnya.
Menurut informasi yang dihimpun dari warga, sebagian kejadian sebelumnya dilaporkan berlangsung pada malam hingga dini hari. Kendaraan yang diparkir di halaman maupun area terbuka depan rumah tiba-tiba raib tanpa diketahui penghuni.
Namun, kasus terbaru pada Selasa (3/11/2026) diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Hal ini semakin menambah kekhawatiran warga karena aksi pencurian tidak hanya menjadi ancaman pada malam hari.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh informasi mengenai identitas terduga pelaku maupun keberhasilan penemuan kendaraan yang hilang.
Informasi mengenai perkembangan penanganan laporan kepada pihak kepolisian juga masih perlu dikonfirmasi.
Pengelola Perumahan dan Aparat Diminta Tidak Tinggal Diam
Menghadapi rentetan kejadian tersebut, warga mendesak pengelola Perumahan De Keraton bersama petugas keamanan lingkungan dan aparat kepolisian segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan.
Sejumlah langkah konkret dinilai mendesak dilakukan, mulai dari meningkatkan intensitas patroli, memperketat pencatatan kendaraan keluar-masuk, memastikan akses lingkungan terpantau, hingga menambah kamera pengawas (CCTV) di titik-titik rawan.
Warga juga berharap pengelola perumahan memfasilitasi koordinasi dan pelaporan bersama kepada kepolisian agar rangkaian kasus tersebut dapat ditelusuri secara serius.
"Jangan tunggu motor ke-9 hilang baru bergerak. Semakin lama dibiarkan, semakin berani pelakunya. Ini bukan lagi kerugian materi semata, tetapi rasa aman kami yang dirampas," tegas warga.
Rentetan sembilan kejadian pencurian dalam kurun waktu sekitar dua bulan lebih ini menjadi alarm serius bagi seluruh pihak terkait.
Keamanan lingkungan perumahan semestinya bukan sekadar fasilitas pelengkap atau janji saat pemasaran rumah, melainkan tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui sistem pengamanan yang nyata.
Kini, warga menanti bukan sekadar penjelasan, melainkan tindakan konkret agar Perumahan De Keraton tidak terus menjadi kawasan yang dihantui aksi pencurian kendaraan bermotor.
• NP

0 Komentar